Musim Hujan Indonesia

Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Secara teknis meteorologi, musim hujan dianggap mulai terjadi apabila curah hujan dalam tiga dasarian berturut-turut telah melebihi 100 mm per meter persegi per dasarian dan berlanjut terus. Apabila hal ini belum terpenuhi namun curah hujan telah tinggi kondisinya dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba). kutipan (wikipedia.org )

Musim hujan Indonesia
Musim hujan Indonesia

Berikut berita Musim hujan 2012
CILACAP–MICOM: Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap memprakirakan wilayah Jawa Tengah bagian selatan segera memasuki musim hujan pada dasarian (10 hari) kedua Oktober.
“Setelah sempat mundur, saat ini hujan mulai turun di beberapa wilayah meskipun belum merata, sehingga awal musim hujan di wilayah Jateng selatan diprakirakan mulai berlangsung pada dasarian kedua Oktober,” kata prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Minggu (7/10).
Kalau saat ini (dasarian pertama), kata dia, masih sulit untuk dikatakan sebagai awal musim hujan, karena curah hujan dalam satu dasarian belum bisa mencapai 50 milimeter.
Dengan demikian, menurut dia, awal musim hujan di beberapa wilayah Jateng selatan mundur antara satu hingga dua dasarian.
Dalam hal ini, dia mencontohkan awal musim hujan di wilayah Cilacap bagian selatan yang sebelumnya diprakirakan pada dasarian kedua September, mundur menjadi dasarian kedua Oktober.
Menurut dia, mundurnya awal musim hujan ini disebabkan oleh munculnya badai di wilayah utara ekuator sehingga awan hujan yang telah terbentuk di atas wilayah selatan Jateng tersapu angin kencang yang bertiup menuju pusat badai.
“Pada akhir September lalu muncul badai Selawat di Samudera Pasifik utara Filipina dan badai Efiniar di timur laut Filipina. Setelah dua badai tersebut menghilang, pada awal Oktober muncul dua badai baru, yakni badai Gaemi di Laut China Selatan dan badai Maliksi di Samudera Pasifik timur laut Filipina, sehingga memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan,” katanya.’
Menurut dia, badai Gaemi di Laut China Selatan dan badai Maliksi di Samudera Pasifik timur laut Filipina saat ini telah menghilang sehingga wilayah Jateng selatan berpeluang terjadi hujan ringan pada malam hingga pagi hari.
Ia mengatakan, beberapa wilayah Jateng selatan yang mulai terjadi hujan, antara lain sebagian Cilacap, sebagian Purbalingga, dan sebagian Banyumas.

Musim Hujan Indonesia

Kendati demikian, dia mengatakan, pada wilayah bekas terjadinya badai Gaemi saat ini masih terdapat daerah pusat tekanan rendah sehingga angin yang bertiup di atas wilayah Jateng selatan masih cukup kencang.(*/Ant/X-13)

SUMEDANG – Dinas pertanian Kabupaten Sumedang menyarankan kepada para petani agar tidak langsung bercocok tanam walaupun hujan sudah mulai turun. Hujan yang baru beberapa kali turun belum bisa dipastikan sudah masuk musim penghujan.
Turunnya hujan di beberapa wilayah di Sumedang harus melalui perhitungan sehingga aktivitas bercocok tanam sudah aman dari kekurangan air. Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang Yoyon Sudianto mengatakan, BMKG Provinsi melalui Badan Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat memang sudah menginformasikan pada Oktorber di sebagian wilayah Kabupaten Sumedang sudah masuk musim hujan.
”Pertama,pada Oktober sebagian wilayah Sumedang masuk musim hujan, tapi tidak serempak. Kedua, yang dinamakan musim hujan itu harus ada curah hujan selama dua dasaria atau 20 hari dengan curah hujan minimal 50 mm per 10 hari,”kataYoyon. Yoyon mengatakan, jangan sampai para petani bercocok tanam sebelum musim penghujan tiba karena kecukupan air masih belum bisa diprediksikan.
Dia berharap, para petani bisa bersabar lebih dulu menunggu kepastian apakah di wilayahnya sudah masuk musim penghujan atau belum. ”Bisa jadi itu hanya hujan tipuan, jangan dulu melakukan aktivitas bercocok tanam selama dua dasaria (20 hari),harus menunggu kepastian curah hujan minimal baru bisa dianjurkan,” kata Yoyon. Yoyon mengatakan, perhitungan masuknya musim hujan bisa juga dilakukan dengan cara tradisional.

Musim Hujan Indonesia

”Pengukuran curah hujan untuk mengetahui musim hujan di seluruh wilayah Sumedang terkendala karena tidak semua kecamatan mempunyai alat pengukur curah hujan.Alat pengukur curah hujan tipe obsevatorioum (OBS) itu disimpan dikantorkecamatan,kantorunit pelaksana teknis daerah (UPTD), danbalaipenyuluhanpertanian (BPP),dan akan diinformasikan hasilnya ke masyarakat dalam waktu dekat,”kata Yoyon. Petani di Sumedang Selatan, Nunum,60, mengatakan,di daerahnya tidak tergantung musim hujankarenapengairandisuplai dari irigasi. ”Di sini air untuk sawah dari irigasi,”kata Nunum. ( seputar-indonesia.com )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY