Khasiat dan Manfaat Madu Lebah

Khasiat dan Manfaat Madu Lebah

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.
Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya
Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah ( Dikutip wikipedia )

Lebah terbang mencari bunga-bunga yang herbau hanzm. Lebah-lebah itu dapat membedakan antara bunga yang bermanfaat dan yang tidak melalui bau dan warnanya. Setiap satu lebah dapat menyuplai sekitar 10 gram madu setiap hari meskipun ia harus terbang sebanyak 60 kali pulang-pergi.
Madu mempunyai berbagai macam jenis, sesuai dengan daerah dan musim pengumpulannya. Madu yang paling bagus adalah madu yang dikumpulkan di waktu musim semi.
Sebelum berbicara tentang urgensi madu sebagai makanan dan obat, terlebih dahulu kita memerhatikan tabel yang akan menjelaskan nilai nutrisi yang dikandung setiap 100 gram madu yang menghasilkan 294 kilokalori.

Unsur
Kadar
Unsur
Kadar
Air
20 g
Protein
0,3 g
Karbohidrat
79.5 g
Vitamin B,
Sisa
Vitamin 1
0,04 mg
Nicotinic acid
0,2 mg
Fosfor
0,16 mg
Pantothenic acid
0,2 mg
Kalsium
5 Ing
Tembaga
0,2 mg
Vitamin C
4 mg
Besi
0,9 mg
Stearic acid
50 mg
Potasium
10 Ing

Dengan merhatikan tabel tersebut, kita dapat melihat banyaknya zat-rat makanan penting yang dikandung madu.
Madu jauh lebih baik dibandingkan minuman buatan yang biasa dijual di apotek-apotek, yang katanya dapat menguatkan, mengaktifkan, dan mengundang selera, tetapi ternyata minuman-minuman tersebut banyak membahayakan kesehatan, pencernaan sulit menerima minuman buatan itu. Selain itu, minuman buatan itu pun dapat membahayakan karena memiliki zat-zat pewarna dan pengawet buatan yang dikandungnya. Sebenarnya zat-zat ini adalah racun yang akan merusak dan menggerogoti tubuh.
Vitamin-vitamin yang ada pada madu sebagai berikut.

Khasiat dan Manfaat Madu Lebah

a. Vitamin A.
Vitamin A adalah vitamin yang harus ada untuk pertumbuhan tubuh dan pemeliharaan sel-sel kulit. Biasanya zat karotena di dalam had dapat diubah menjadi vitamin A. Vitamin ini mempunyai peranan penting bagi penglihatan dan pemeliharaan kornea mata dan conjungtiva (selaput dalam pelupuk mata). Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun malam, radang (infeksi) hati, rasa lemah pada seluruh tubuh, dan proses pertumbuhan akan terlambat.

b. Vitamin B (Niacine)
Niasin adalah vitamin yang dapat mencegah penyakit pelagra (penyakit kulit karena kurang vitamin B) yang mengenai kulit, selaput lendir, dan alat pencernaan. Jika hal ini terjadi, kulit yang sering terkena sinar matahari akan pecah-pecah, seperti tangan, kaki, dan leher. Kulit juga akan menjadi kasar, bahkan menyebabkan luka. Pada selaput lendir, kekurangan vitamin B akan mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada hidung, mulut, tenggorokan, dan lidah yang disertai luka-luka pada setiap bagiannya.
Kekurangan vitamin B pada alat pencernaan dapat menyebabkan berbagai macam gangguan yang dapat
mengurangi kemampuan perut besar mengeluarkan asam hidroklorik, bahkan dapat menimbulkan penyakit diare yang parah. Masih banyak lagi gangguan lain, seperti gangguan saraf, sakit kepala, vertigo, kelumpuhan pada jari­jari, dan lemahnya daya ingat otak.

c. Vitamin B3 (Pantothenic acid)
Vitamin ini sangat penting untuk membentuk zat asetil kolin yang sangat penting bagi tubuh. Kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan kehilangan suprarenal (kelenjar di atas ginjal), pemutihan dan kerontokan pada rambut, luka-luka pada saluran pencernaan, dan gangguan pada sel saraf.
Madu juga mengandung vitamin E (tokoferol) yang dapat membantu proses pencernaan makanan. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan kekeringan dan infeksi kulit, kekurangan zat hemoglobin, serta kekeringan pada selaput lendir.
Madu lebah juga mengandung sebagian folic acid yang dapat membantu alat pencernaan melaksanakan tugasnya sesempurna mungkin dan membantu pembentukan saluran peredaran darah merah. Kekurangan asam folat (bagian dari vitamin B kompleks) dapat mengakibatkan penyakit anemia yang parah, penyakit hati, dan pankreas.
Beberapa percobaan menyatakan bahwa madu lebah juga mengandung sebagian vitamin K. Vitamin K sangat penting untuk penggumpalan darah.
Adapun enzim pada madu merupakan zat yang sangat diperlukan tubuh karena mempunyai peranan pokok untuk menyempurnakan proses kehidupan sel-sel dalam tubuh dengan mudah dan pada derajat suhu panas tubuh biasa.
Beberapa enzim terpenting yang ada pada madu adalah sebagai berikut.

1. Enzim Invertase
Enzim ini mengubah zat gula tebu menjadi fruktosa dan glukosa. Keberadaan enzim ini pada madu lebah secara terus-menerus menandakan aktifnya proses perubahan tersebut sehingga madu dapat keluar dari sel. Akan tetapi, enzim ini dapat rusak karena suhu panas. Telah terbukti bahwa memanaskan madu sampai suhu 80 derajat Celsius selama sembilan menit dapat merusak enzim invertase.

2. Enzim Amilase
Enzim ini dapat terlihat jelas pada madu dari kelenjar lebah yang terletak di bawah tekak (saluran antara rongga mulut dan kerongkongan). la dapat memengaruhi zat-zat kanji yaitu zat tempat terbentuknya madu lebah. Memanaskan madu selama satu jam pada suhu 80 derajat Celsius dapat merusak enzim amilase.

3. Enzim Katalase
Enzim ini berfungsi menguraikan peroksida menjadi air dan oksigen (enzim pengoksid dalam darah dan jaringan).
Doktor Ali Mu’nis, guru besar di bidang alat pencernaan pada kuliah kedokteran di Universitas Ain Syams, Kairo, Mesir berkata, “Madu lebah dapat digunakan seperti halnya gula. Namun, karena harganya mahal, ia tidak dijadikan sebagai pengganti gula. Akan tetapi, dengan keistimewaannya yang dapat terjaga dari air menjadikan madu lebih baik daripada gula untuk keperluan-keperluan rumah tangga, seperti menyiapkan kue dan roti.” Sebagian orang minum madu dicampur susu murni atau susu zabadi. Ada juga yang menggunakan madu sebagai pengganti gula untuk membuat teh atau kopi.

Madu mengandung unsur-unsur makanan yang luar biasa walau kadarnya kecil. Madu dianggap makanan penting bagi anak kecil, orang dewasa, dan orang sakit karena mengandung zat-zat yang mudah dikunyah. Sebagian orang percaya bahwa madu sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Jika madu dicampur susu dapat menambah pertumbuhan dan berat badan yang lebih baik dibanding gula dicampur susu. Di samping itu, tidak menimbulkan diare. Berbeda dengan gula dicampur susu yang kadang dapat menimbulkan diare.
Madu agar lebih cair harus dihangatkan. Madu lebah dapat mengubah zat-zat gula menjadi cair jika dipanaskan pada suhu 30 derajat selsius di bak air hangat. Untuk menjaga madu lebah agar tidak rusak akibat pemakaian sehari-hari, dianjurkan meletakkan madu pada botol-botol kaca atau plastik yang tutupnya kuat. Besar tabungnya tidak boleh melebihi 500 cm. Jangan biarkan madu terkena cuaca agar tidak menyerap air cuaca yang lembap. Ambillah madu dengan sendok bersih dan kering.

Orang-orang Mesir Kuno menjadikan madu lebah sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Madu lebah terdiri atas berbagai macam zat gula baik tunggal, ganda maupun majemuk. Yang terpenting adalah gula buah­buahan (fruktosa), gula anggur (glukosa) dan gula tebu (sukrosa). Madu lebah juga mengandung kadar air sebanyak 17 % sampai 19 % yang dapat memelihara keawetan madu dan stabilitas manfaatnya. Jika air bertambah, madu akan rusak.

Madu lebah mengandung beberapa enzim pencerna yang membantu proses pencernaan dan pelarutan serta berbagai macam bahan mineral, asam, dan vitamin. Di samping itu, madu lebah mengandung berbagai zat asam yang sangat penting yang dibutuhkan tubuh, seperti ascorbic acid (asam askorbat) dan tartaric acid (asam tartarat).

Madu dapat memberikan keseimbangan alkali beserta zat asam hasil proses kerja tubuh akibat perasaan lemas dan loyo. Setelah mengonsumsi madu, manusia akan merasakan semangat dan bertenaga.
Dari berbagai susunan dan keistimewaan madu lebah ini, madu dapat diibaratkan sebagai makanan yang paling berharga, jernih, dan banyak manfaat, serta paling mudah dicerna dan larut. Jadi, madu merupakan sumber kesehatan. Oleh karena itu, ia digunakan mengobati kelemahan jasmani, kekurusan, dan kekurangan gizi pada anak-anak. Madu lebah dapat disandingkan dengan berbagai macam obat agar rasanya dapat diterima dan enak. Menambahkan madu lebah pada segelas susu hangat sebelum tidur dapat memberikan kenikmatan di malam hari.

Minuman madu lebah yang dicampur perasan jeruk nipis digunakan untuk menghindari gejala-gejala kedinginan, khususnya ketika musim dingin. Ramuan ini dapat mengobati batuk dan serak pada tenggorokan. Adapun madu lebah yang dicampur perasan jeruk manis dan ragi bir merupakan menu pengundang dan penguat selera makan.
Madu lebah bermanfaat mengobati penderita penyakit gula akut yang memakai zat insulin ketika berobat. Akan tetapi, pemakaiannya tidak boleh berlebihan.

Madu lebah dapat digunakan sebagai obat para pecandu arak karena mengandung fruktosa yang membantu penyembuhan gejala stagnasi (kelesuan) alkohol pada hati. Oleh karena itu, madu lebah biasanya digunakan bersama perasan jeruk nipis untuk menyadarkan para pecandu arak. Madu lebah dapat difungsikan mengobati penderita hepatitis karena dapat membantu menghilangkan racun dan sisa-sisa sebagian zat yang tidak terpakai pada hati.

Madu lebah juga biasa digunakan mengobati luka bakar. Ada yang berpendapat, “Mengoleskan madu lebah pada luka bakar menjadikan luka bakar itu sembuh dengan cepat tanpa meninggalkan bekas.” Beberapa buku kedokteran pernah menyebutkan hal di atas.
Madu lebah dapat digunakan mengobati luka-luka. Keistimewaannya adalah tidak menempel pada luka, membersihkan luka dari kuman-kuman, bebas dari bakteri­bakteri, dan mempercepat penyembuhan luka.

Madu lebah juga dapat dimanfaatkan untuk kecantikan. Pada tahun 1835 di London, tersiar kabar bahwa madu lebah dapat memperindah dan melindungi kulit, mencegah dan mengobatinya dari pecah-pecah, serta sangat ampuh bagi bibir dan kulit tangan.
Pada tahun 1972 Charles Reflon mengumumkan bahwa madu lebah dicampur susu murni dapat menghasilkan kecantikan 100 %. la memberikan kesuburan dan kecantikan pada kulit karena madu dan susu mengandung susunan alami yang penting. Oleh karena itu, madu lebah dimasukkan dalam salah satu komposisi bedak dan alat-alat kecantikan. Dua sendok besar madu lebah ditambah satu liter air hangat dapat dipakai membersihkan kulit dan membuka pori-pori.

Madu lebah dapat juga digunakan sebagai masker wajah dan leher, selama 10 menit. Kemudian dicuci dengan air hangat agar menghasilkan kulit yang segar dan cantik. Dapat juga membuat masker untuk wajah dan leher dari campuran madu lebah, gliserol dan kuning telur. Cara pemakaiannya, masker tersebut diletakkan pada wajah selama 15-20 menit, kemudian dicuci dengan air hangat.
Ramuan kecantikan yang lain tersusun atas 100 gram perasan mentimun dan 100 ml alkohol 40 %, lalu dibiarkan pada tempat yang gelap dan dingin selama delapan hari, kemudian disaring dan dicampur 100 gram madu lebah. Ramuan ini dapat dipakai dengan sehelai kain tipis sebagai masker pada wajah selama satu jam. Setelah itu dicuci dengan air hangat.

Ada yang berpendapat bahwa madu dapat memberikan kesuburan dan kecantikan pada rambut. Pada zaman dahulu ada seorang perempuan asal Belanda bernama Sarah yang meninggal pada tahun 1744 dalam usia 84 tahun. la adalah wanita yang memiliki rambut paling bagus. Dikisahkan, selama hidupnya ia selalu mencuci rambutnya dengan madu lebah. Caranya dengan menambahkan dua sendok besar madu lebah pada satu liter air hangat. Kita pun banyak menyaksikan madu lebah dimasukkan dalam berbagai jenis komposisi sampo.

a. Makanan Ratu Lebah
Makanan ratu lebah adalah cairan susu yang dihasilkan dari proses kerja keras kelenjar khusus yang ada pada permukaan kepala lebah. la digunakan untuk makanan sang ratu dan larva-larva lebah kecil. Makanan ratu lebah ini dapat disediakan dengan mengeluarkannya dari rumah-rumah ratu bersegi enam yang mengandung larva-larva lebah kecil. Kemudian ia dimasukkan ke dalam botol-botol kecil yang lehernya luas, licin, dan berwarna hitam pekat, lalu diisi penuh hingga tidak ada ruang udara. Tutup botol hendaknya tutup plastik. Jangan memakai penyumbat dari balok-balok gabus pelambung atau logam. Jika makanan ratu ini disimpan pada suhu 52 derajat Celcius dapat bertahan selama dua bulan. Jika disiapkan pada suhu 18 derajat Celcius dapat bertahan selama beberapa tahun.
Mungkin juga menyimpan makanan ratu tersebut dalam bentuk bubuk, tetapi kadang ia akan mengkristal. Jika berada pada suhu 2 sampai 4 derajat Celcius ia akan mencair. Proses pengkristalan ini akan cepat mencair jika disimpan pada suhu normal selama beberapa minggu, warnanya menjadi kuning atau cokelat, dan berbau menyengat karena menguraikan protein yang ada. Proses penguraian protein ini akan makin cepat ketika kelembapan cuaca bertambah, dan selanjutnya akan terjadi pembusukan pada makanan ratu.

b. Cara Mengonsumsi Makanan Ratu Lebah
Makanan ratu lebah diminum sebelum sarapan dalam keadaan jernih dengan ukuran 4-5 milligram setiap hari. Dapat juga dicampur dengan madu sebanyak 1%, lalu campuran ini diminum satu sendok kecil di waktu pagi sebelum sarapan. Mungkin juga memerahnya di bawah lidah atau mengunyah kapsul yang memuat 1-5 miligram makanan ratu kering. Makanan ratu lebah ini dapat digunakan mengobati gejala kurang gizi, kelesuan pada sekujur tubuh akibat kurang gizi, lemah syahwat akibat kelesuan pada sekujur tubuh, penyakit-penyakit ketuaan, dan mengaktifkan haid yang terputus bagi wanita akibat kelesuan pada sekujur tubuh.
Makanan ratu lebah ini dapat digunakan mengobati penyakit-penyakit saraf dan kejiwaan serta penyakit kulit yang kronis. la dapat berfungsi mengembalikan sel-sel epidermis pada orang dewasa, menghilangkan kerut-kerut dan mengaktifkan aliran darah pada kulit. Dengan demikian, ia dapat memberikan kesuburan dan kecantikan.

STANDAR MUTU MADU LEBAH INDONESIA

Di Australia, Amerika Serikat, Perancis dan Jerman, lebah madu merupakan komoditas penting. Serangga ini menghasilkan madu (nektar), madu ratu (royal jelly), serbuk sari (polen) dan lilin lebah. Subsektor farmasi kita, masih harus mengimpor madu dari empat negara tadi. Selain sebagai penghasil madu, di empat negeri maju tersebut, lebah juga diurus oleh Departemen Pertanian mereka. Sebab fungsi lebah bukan sekedar menghasilkan madu, melainkan juga untuk meningkatkan hasil pertanian. Baik pertanian tanaman pangan seperti jagung, gandum, kedelai, kacang tanah dan bunga matahari maupun tanaman hortikultura, khususnya buah-buahan seperti apel, pear, peach, anggur dan jeruk. Di negara-negara tadi, peternak lebah diregistrasi dan informasi tentang keberadaan mereka disebarluaskan kepada para petani. Setiap saat ketika tanaman mulai berbunga, para petani akan menelepon peternak lebah untuk mendatangkan stup (kotak sarang) ke kebun mereka. Untuk itu, para petani akan memberikan fee kepada peternak lebah. Sebab lebah-lebah itu memang mereka perlukan dalam rangka polinasi (penyerbukan) agar hasil panen sesuai dengan standar nasional yang sudah ditetapkan. Itulah yang terjadi di negara-negara yang pertaniannya telah maju.

Di Indonesia, Departemen Pertanian (Deptan) kita dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, sama sekali tidak mau mengurus lebah tanpa alasan yang jelas. Kalau lebah dianggap sebagai bukan ternak dan fungsinya lebih ditujukan untuk alat penyerbukan tanaman, terutama tanaman hortikultura, mestinya perlebahan kita akan diurus oleh Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman. Tetapi sampai dengan saat ini tidak pernah ada satu bagian terkecil pun di Departemen Pertanian kita yang menaruh perhatian terhadap serangga ini. Untunglah Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dan PT. Perhutani telah turun tangan untuk menangani peternakan lebah. Kwarnas Pramuka dengan Pusat Apiarinya sudah sejak tahun 1960-an menangani pengembangan peternakan lebah di Indonesia. Pusatnya ada di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta dengan lokasi pelatihan di Gringsing, Batang, Jawa Tengah dan di Goalpara, Sukabumi, Jawa Barat. Pusat Apiari Pramuka selain menyelenggarakan pelatihan juga menyediakan bibit, peralatan, bimbingan teknis sekaligus membantu pemasaran apabila peternak binaan tersebut masih mengalami/menghadapi kesulitan memasarkan produknya. Tetapi dalam praktek, sebagian besar peternak Binaan Apiari Pramuka setelah secara teknis mandiri tidak pernah merasa kesulitan memasarkan produk mereka.

PT. Perhutani, BUMN yang mengelola hutan di pulau Jawa juga ikut menangani pengembangan ternak lebah. Melalui Program Perhutanan Sosial (Social Forestry), Perhutani membentuk kelompok-kelompok tani hutan. Salah satu kegiatan kelompok ini adalah beternak lebah dengan memanfaatkan areal tanaman reboisasi seperti kaliandra, albisia, akasia dan lain-lain. Perhutani juga memberikan dukungan dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) untuk pengembangan kegiatan tersebut. Meskipun sudah ada dua institusi yang menangani perlebahan nasional secara serius, tetap saja Indonesia masih masih kekurangan madu hingga masih harus melakukan impor. Tetapi kalau kita menjumpai para peternak lebah, masih saja mereka mengeluh kesulitan memasarkan produk mereka. Hingga sering keluar tuduhan bahwa Apiari Pramuka maupun Perhutani telah berbohong. Padahal, Indonesia memang benar masih kekurangan madu dan peternak lebah juga benar kesulitan memasarkan produk mereka. Kontroversi ini terjadi karena kualitas madu yang dihasilkan oleh para peternak, masih belum bisa memenuhi standar kualitas kalangan farmasi. Kadar air madu yang dihasilkan para peternak masih berkisar sekitar 20% s.d. 25%, bahkan kadang-kadang lebih tinggi lagi. Sementara yang dituntut oleh dunia farmasi adalah madu dengan kadar air maksimal 18%.

Madu Lebah

Memang pernah ada permintaan dari pihak peternak lebah, agar kalangan farmasi membeli madu mereka yang berkadar air lebih dari 20% lalu memprosesnya lagi sampai kadar airnya tinggal 18%. Tetapi biaya untuk menurunkan kadar air madu, ternyata lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya impor. Karena itu para pengusaha farmasi tetap memilih impor madu daripada memperbaiki madu lokal kita. Untuk dapat memenuhi kriteria kalangan farmasi tersebut, sebenarnya peternak kita bisa melakukannya dengan sangat sederhana. Hanya saja pendapatan mereka akan terkurangi. Tingginya kadar air madu kita, disebabkan oleh tingkat kelembapan kawasan tropis yang juga sangat tinggi (sekitar 60% s.d. 80%). Beda dengan kawasan subtropis yang tingkat kelembapan udaranya sangat rendah (di bawah 50%). Tingginya kualitas madu Arab atau madu Sumbawa bukan hanya sekadar mitos, melainkan karena kawasan Timur Tengah dan NTB serta NTT memang sangat kering. Hingga kadar air madu dari kawasan ini bisa kurang dari 18%. Lebah sebenarnya memiliki cara sendiri untuk menurunkan kadar air madu yang mereka kumpulkan, dengan mengipas-ngipas menggunakan sayap serta memanaskannya dengan panas tubuh mereka. Setelah kadar air madu tinggal 18%, lebah-lebah pekerja akan menutup sarang tempat penyimpanan madu tadi.

Jadi kalau peternak memanen madu setelah sarang-sarang tadi ditutup, maka kadar air produk mereka dijamin paling tinggi 18%. Tetapi untuk itu, peternak harus bersedia menunggu antara 13 sampai dengan 15 hari semenjak sarang penuh dengan madu. Biasanya apabila lebah digembalakan di kebun kapuk yang tengah berbunga, dalam satu hari penggembalaan saja, semua frame sarang dalam stup akan penuh madu. Peternak yang tidak sabar akan segera memanen madu tersebut dengan memasukkan frame ke dalam alat sentrifugal. Sarang yang telah kosong dikembalikan ke dalam stup dan esoknya akan kembali penuh lagi. Demikian seterusnya hingga volume madu yang diperolehnya sangat besar. Namun dari segi kualitas, madu tersebut masih berkadar air di atas 20%. Kalau peternak bersedia menunggu lebah-lebah tadi menurunkan kadar air madu mereka dan baru memanen ketika sarang telah ditutup, maka kualitas madunya akan sama dengan madu impor. Dengan kualitas demikian, perernak tidak akan pernah kesulitan untuk memasarkan madu mereka, karena kalangan farmasi pasti akan bersedia menampungnya; berapa pun produk yang dihasilkan peternak. Itulah penyebab utama kontroversi pemasaran madu di Indonesia. Di satu pihak peternak kesulitan memasarkan, di lain pihak kalangan farmasi harus mengimpor madu.

Lebah yang dikembangkan menjadi agroindustri penghasil madu, madu ratu, polen dan lilin lebah adalah jenis Apis mellifera yang dulu bibitnya diimpor. Jenis lebah lokal kita Apis indica, meskipun bisa dipelihara dalam batang kayu barongga (glodog), tetapi tidak bisa digembalakan hingga hasil madunya sangat rendah. Selain itu masih ada lagi lebah hutan yakni Apis dorsata. Bentuk lebah pekerja Apis mellifera agak pendek dan gemuk, warna tubuh serta sayapnya coklat terang kekuningan. Ukurannya sedikit lebih besar dari Apis indica. Tubuh lebah lokal kita lebih kecil dan juga lebih ramping. Warnanya coklat tua. Lebah hutan Apis dorsata berukuran lebih besar dari Apis mellifera, tetapi bentuk badannya ramping dan warnanya coklat gelap kehitaman. Lebah budidaya Apis mellifera tidak dapat membangun sarang apabila dalam frame tersebut tidak ada fondasi sarang. Karena itu frame sarang lebah peliharaan harus diberi fondasi dari logam. Sarang Apis mellifera dan indica sama-sama tersusun berupa sisir-sisir lempengan. Sementara sarang Apis dorsata hanya berupa satu sisir yang akan terus memanjang. Biasanya lebah hutan ini membangun sarangnya di dahan pohon-pohon hutan yang besar, tinggi dan berbatang licin. Misalnya pohon jelutung, kemang, pucung, bendo dan lain-lain. Madu Sumbawa dan Kalimantan adalah madu lebah Apis dorsata yang dipanen dari hutan dengan mengikutsertakan anak-anak lebahnya. Pengambilan madu lebah Apis dorsata dengan cara demikian akan mempercepat kepunahan jenis lebah ini.

manfaat madu
Madu

Kawasan tropis seperti Indonesia ini, sebenarnya lebih berpotensi untuk menghasilkan madu dibanding dengan kawasan negeri empat musim. Di Australia, Amerika Serikat dan Eropa, panen madu serta polen hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada musim semi serta musim panas. Selanjutnya pada musim gugur dan musim dingin, lebah harus diberi makan gula atau sirup. Di Indonesia lebah bisa digembalakan sepanjang tahun. Sebab musim berbunga tanaman pangan, hortikultura serta tanaman hutan terjadi sepanjang tahun. Hingga praktis pemberian makan terhadap lebah-lebah ini, jangka waktunya lebih pendek. Yakni pada saat peralihan penggembalaan dari satu areal lahan ke areal lahan lainnya. Apabila jaraknya cukup jauh, pada saat istirahat lebah perlu diberi makan. Jenis tanaman yang paling banyak menghasilkan polen adalah jagung. Di Indonesia, jagung ditanam sepanjang tahun. Pada musim penghujan komoditas ini ditanam di lahan kering, sementara pada musim kemarau penanamannya dialihkan di lahan sawah. Buah-buahan yang banyak menghasilkan madu antara lain apel, lengkeng, rambutan, pisang dan durian. Dengan catatan, pengambilan madu durian akan dilakukan lebah pada pagi-pagi sekali atau sore hari. Sebab mekarnya bunga durian terjadi pada malam hari. Tanaman yang paling banyak menghasilkan madu adalah kapuk randu. Karena itu harga madu kapuk tergolong yang paling murah. Jenis-jenis madu yang dihasilkan oleh lebah Apis mellifera memang sangat bergantung pada jenis bunga (tanaman) yang tumbuh di areal penggembalaan. Beda dengan lebah Apis dorsata dari Sumbawa, bisa berwarna jernih karena merupakan madu bunga rumput.

Pusat Apiari Pramuka telah mendata berbagai jenis tanaman penghasil madu berikut musim berbunganya. Hingga para peternak lebah dapat dengan mudah mencari alternatif areal penggembalaan. Modal awal beternak lebah masih tergolong kecil. Dengan uang antara Rp 20.000.000,- sampai dengan Rp 50.000.000,- seorang calon peternak sudah bisa memulai bisnis ini secara full time. Karena adanya bimbingan teknis dari Apiari Pramuka maupun Perhutani, maka bisa dipastikan kesulitan-kesulitan teknis akan teratasi dengan relatif mudah. Yang diperlukan hanyalah kejelian mencari areal penggembalaan. Karena lebah harus terus-menerus digembalakan, maka mereka yang tidak memiliki lahan sama sekali pun bisa beternak lebah. Hanya saja, kondisi Indonesia masih belum seperti di Eropa atau AS. Di sini, peternak lebah yang menggembalakan ternaknya di kebun kapuk atau lengkeng justru harus membayar ke pemilik kebun. Padahal, para peternak lebah ini akan melipatgandakan hasil pertanian para pekebun tersebut. Inilah yang juga membuat agroindustri madu di Indonesia tidak bisa berkembang secara sehat. Ditambah lagi dengan cueknya Departemen Pertanian kita dalam urusan perlebahan. Kalau Deptan memang tidak berkenan menangani komoditas ini sebagai ternak mestinya masih tetap bersedia untuk memfungsikannya sebagai sarana peningkatan hasil pertanian melalui penyempurnaan proses penyerbukan.

Mengenal Antara Madu Asli dan Palsu

Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang “asli” dan “palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek.
Lalu bagaimana ciri-ciri madu yang asli, serta bagaimana cara membedakannya dengan madu palsu?
Ada beberapa tipe pemalsuan pada madu yang biasa di lakukan oleh para pelaku pemalsuan madu :
Pemalsuan JUMLAH, dilakukan dengan menambah volume madu “asli” dengan madu “palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.
Pemalsuan MUTU, biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.
Pemalsuan MENYELURUH, yakni madu yang diklaim “asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya.

Secara kasat mata memang sulit membedakannya, diperlukan pengujian kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Lewat uji kuantitas, madu dapat diperkirakan dipalsukan atau ditambahkan sesuatu apabila; kadar sukrosa madu naik, kadar enzim naik/turun, kadar abu menjadi naik/turun, daya hantar listrik naik, kandungan pollen dalam sedimen turun, kandungan mineral turun, aroma dan rasa berubah, kandungan HMF (Hidroksi metal Furfuraldehid) berubah, kadar protein turun, warnanya terang, madu mengandung PbCl2, PbSO4, anion dan kation.

Kandungan HMF yang merupakan produk pemecahan glukosa dan fruktosa pada madu asli maksimal 3 mg/100 gram. Madu asli juga memiliki keasaman (pH) yang tetap berkisar 3,4-4,5, sedangkan pH madu palsu 2,4-3,3 atau diatas 5. Aktifitas enzim diastase pada madu asli yang berkualitas minimal 5 dengan rasio Kalium(K) dan Natrium(Na) sekitar 4,0. Pada madu palsu rasionya 0,05-0,1. Madu asli memiliki sifat khas memutar optic ke kiri yang bisa diperiksa dengan alat polarimeter.

Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisis madu asli sebagai berikut :

  • Cara pertama, meneteskan madu pada selembar kertas. Madu palsu akan mudah terserap kertas karena kandungan airnya tinggi.
  • Cara kedua, dengan mengocoknya. Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.
  • Cara keempat, dituang ke wadah berisi air. Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar.

Itu adalah cara simpel membedakan madu asli dan palsu. Dan berikut ini ada informasi tambahan tentang ciri-ciri madu asli dan palsu :
Madu yang beredar di Indonesia umumnya dihasilkan dari tiga jenis lebah; apis dorsata (lebah hutan), apis mellifera (lebah unggul) dan apis cerana (lebah lokal) yang ada di atas atap rumah. Dari segi kualitas, madu hutan (madu organik) berwarna hitam pekat lebih baik daripada madu yang di budidaya.

Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa konsumsi madu budidaya berwarna coklat cerah. Akibatnya, madu hutan dianggap sebagai madu palsu. Banyak orang penasaran untuk membedakan madu asli yang dihasilkan lebah pencari makan di alam bebas dari madu palsu (sirup gula, misalnya).

Disinyalir, peredaran madu palsu di Indonesia sangat tinggi. Uji coba madu asli atau palsu lewat aroma, semut yang mengerubuti, kekentalan jika diteteskan pada debu, belum jadi jaminan keaslian sebuah produk madu.
Di laboratorium, kandungan glukosa pada madu murni agak dominan kelihatan dan kandungan sukrosa lebih menonjol pada madu palsu. Madu asli mengandung mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin dalam madu berupa thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asamfolat dan vitamin K.

Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim tidak bisa dibuat manusia, dan hanya bisa dibuat lebah madu. Enzim-enzim terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Diastase merupakan enzim pengubah karbohidrat komplek (polisakarida) jadi karbohidrat sederhana (mono sakarida). Invertase merupakan enzim pemecah molekul sukrosa jadi glukosa dan fluktosa. Oksidase mengemban peran sebagai enzim pembantu oksidasi glukosa jadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolisme. Semua zat berguna untuk proses metabolisme tubuh.

Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna sangat merugikan kesehatan manusia. Ciri-ciri madu asli harus berwarna-warni, hitam pekat (berasal dari bunga akasia), hitam kemerah-merahan, kuning cerah, kekuning-kuningan atau kuning keputih-putihan (lebah budidaya). Bila mendapatkan madu dengan warna dan kekentalan sama perlu diwaspadai karena warna madu asli tidak pernah sama.

Aroma juga bisa dijadikan media untuk menentukan asli atau palsunya sebuah produk madu. Madu asli punya aroma dan bau khas seperti madu dari bunga rambutan, kapuk randu atau kelengkeng. Ini berbeda dengan madu palsu yang sama sekali tidak beraroma.
Pengujian lain, madu asli bila dituangkan di atas piring sebanyak dua senduk lalu disirami air putih dan digoyang ke kanan ke kiri akan membentuk sarang lebah. Jika tidak menyebar bahkan bercampur dengan air, maka terkategori madu palsu.
Konsumen juga dianjurkan untuk mencoba sendiri dengan menjadikan tubuh sebagai lab alam. Caranya, puasa selama 10 jam, lalu periksa gula darah. Katakan A minum madu 2-3 sendok. Sesudah 2 jam, periksa lagi gula darah. Katakan B bila madunya murni dan alami, selisih antara B dengan A kecil.

Penderita diabetes mellitus (DM) yang berpengalaman minum madu bisa merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah minum madu, badan jadi segar dan bertenaga kembali (sama seperti bukan penderita DM yang baru saja minum teh manis), itu menandakan madu yang baru diminum murni dan alami. Dalam tubuh penderita DM, madu diubah jadi tenaga (tanpa bantuan insulin).
Sayangnya, saat ini banyak madu palsu yang menyerupai madu asli hingga cara-cara tersebut hanya bisa sebagai bahan pertimbangan saja. Tipsnya adalah dengan membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya sangat murah, bias jadi madu tersebut adalah madu buatan.

Dengan Adanya antara Madu Asli dan Palsu yang bercampur dengan Kadar air yang berlebihan, Anda bisa menggunakan Alat ukur kadar air Madu yang nantinya bisa dilihat seberapa banyak kandungan air didalam madu tersebut sehingga nantinya bisa diukur juga dengan harga jual yang ditentukan.

Jangan sampai Merugi bisnis Lebah Madu anda hanya karena Kandungan Kadar Air Terlalu banyak !! Beli dan Fungsikan Alat Ukur Kadar Air madu ini sebagai Alat Bisnis Anda.

Semoga informasi tentang cara memilih madu dengan membedakan ciri-ciri madu asli dan palsu ini bermanfaat bagi Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY