Biji Kedelai

Manfaat Kedelai

Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies moyang, Glycine soja. Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Kedelai merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Sebaran G. soja sendiri lebih luas, hingga ke kawasan Asia tropik.

Kedelai adalah tumbuhan yang peka terhadap pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat.

Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah ‘Ringgit’, ‘Orba’, ‘Lokon’, ‘Davros’, dan ‘Wilis’. ‘Edamame’ adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.
Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.
Kedelai merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat seperti tahu dan tempe. Tapi dibalik bentuknya yang kecil, kedelai menyimpan banyak manfaat bagi tubuh.

“Konsumsi kedelai merupakan cara murah untuk hidup sehat,” ujar Prof Dr Ir Made Astawan, MS selaku dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB belum lama ini.

Prof Made menuturkan di dalam kedelai terkandung 40 persen protein yang terdiri dari asam lemak esensial dengan daya cerna yang sangat baik, 15 persen oligosakarida dan monosakarida, 15 persen serat, 20 persen lemak yang sebagian besar terdiri dari asam lemak tak jenuh dan 10 persen adalah bahan lainnya.
“Selain itu senyawa fitokimia pada kedelai memiliki aktiviats biologis, salah satunya adalah isoflavon yang tetap stabil pada suhu panas sehingga tidak berubah struktur oleh suhu masak dan fermentasi,” ujarnya.
Kandungan isoflavon di dalam produk kedelai berbeda-beda, seperti di dalam tahu mengandung isoflavon sebanyak 30 mg/100 gram, di dalam tempe mengandung isoflavon sebanyak 50 mg/100 gram sedangkan di dalam susu kedelai mengandung isoflavon sebanyak 10 mg/100 gram.
Di Asia konsumsinya bervariasi antara 30-200 mg/hari dan paling tinggi dikonsumsi oleh masyarakat Jepang yaitu 200 mg/hari, sedangkan anjuran asupannya sebesar 50-90 mg/hari. Tapi tidak ada efek yang timbul jika dikonsumsi berlebih misalnya lebih dari 200 mg/ hari.
“Konsumsi kedelai yang tinggi di Jepang membuat angka penyakit di sana lebih rendah dibandingkan dengan Amerika, dan apapun jenis olahan dari kedelai ini tetap bisa membantu,” tutur Prof Made.

Manfaat lain dari kedelai bagi tubuh manusia juga bermacam-macam yaitu:

  • FDA Amerika Serikat menuturkan bahwa setiap konsumsi 25 gram kedelai bisa mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Isoflavon yang terkandung di dalam kedelai bisa berguna untuk terapi hormonal karena isoflavon memiliki struktur yang mirip dengan hormon seks estrogen.
  • Konsumsi kedelai secara rutin bisa mengurangi kadar kolesterol total sebesar 9,3 persen.
  • Kandungan kalsium, protein dan isoflavon yang terkandung di dalam kedelai berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis dengan meningkatkan kerapatan massa tulang sebesar 5 persen.
  • Studi di Amerika dan Jepang mendapatkan konsumsi 45 gram tepung kedelai bisa mengurangi gejala menopause seperti hot flashes sebesar 40 persen.
  • Kedelai mengandung indeks glikemik (GI) yang rendah sehingga bisa menjaga nilai kadar gula darah tetap stabil serta mempertahankan rasa lapar lebih lama.

Biji Kedelai

Konsumsi kedelai secara rutin bisa membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat.
“Kedelai merupakan makanan sehat kalau dikonsumsi secara rutin karena kedelai adalah pangan fungsional, selain itu pangan fungsional umumnya asupannya tidak dibatasi,” ujar Prof Made.
Jadi jika ingin memiliki tubuh yang sehat dan mengurangi risiko beberapa penyakit, tak ada salahnya untuk mengonsumsi kedelai secara rutin baik dalam bentuk tahu, tempe, susu atau produk kedelai lainnya.

Perkembangan Produksi  Kedelai di Indonesia
INILAH.COM, Jakarta – Entah, sampai kapan pengrajin tahu tempe Indonesia akan menjadi konsumen kedelai impor. Tapi, dipastikan, waktunya masih panjang, bisa bertahun-tahun lagi. Sebab, saat ini, produksi kedelai nasional baru mencapai 800 ribu ton atau hanya 40% dari kebutuhan nasional yang mencapai 2 juta ton setahun.
Fakta itulah yang membuat pemerintah bertekad menggalakan penanaman kedelai di Tanah Air. Menurut Menteri Pertanian Suswono, pemerintah menargetkan produksi naik 3,5 kali lipat menjadi 2,7 juta ton pada 2014. Salah satu caranya dengan menggenjot lahan perkebunan kedelai dari 700 hektar saat ini menjadi 2 juta hektar.
Sebuah rencana yang tak mudah direalisasikan, memang. Tapi, tetap harus diusahakan sekuat tenaga. Sebab, kurangnya produksi nasional bukan hanya membuat produsen tahu dan tempe tergantung pada produk impor.
Lebih dari itu, kondisi ini juga memboroskan devisa yang tidak sedikit. Hitung saja, setelah turun harga kedelai impor jatuhnya sekitar Rp6.500 per kilogram. Itu berarti, untuk memenuhi kebutuhan lokal dolar yang terbang ke luar negeri mencapai Rp7,8 triliun. Belum lagi jika pasokan ‘dimainkan’ oleh importir spekulan, yang membuat harga kedelai impor di tingkat pasar menjadi Rp8.000.
Pertanyaannya, mampukah pemerintah merealisasikan rencana mulia ini? Jawabnya, kalau diupayakan dengan ekstra serius, pasti bisa. Sebab, dulu, Indonesia pernah menjadi negara yang mampu memenui kebutuhan kedelainya dari kebun-kebun di dalam negeri. Ketika itu, luas kebun kedelai dalam negeri mencapai 1,5 juta hektar. Tapi sayang, karena petani dibiarkan berjuang sendiri, produk mereka kalah oleh kedelai impor.
Akibatnya, satu demi satu para petani mengganti tanaman mereka dengan tranaman lain yang lebih menguntungkan. Itulah yang menyebabkan kebun kedelai nasional kini tinggal 700 ribu hektar. Jadi, kuncinya, kalau mau swasembada, lindungi petani dengan harga pembelian yang pantas. Tak ada salahnya memperlakukan petani kedelai seperti beras (yang selalu dilindungi). [mdr]

Pada umumnya sebagian besar masyarakat tidak atau belum mengetahui secara terperinci manfaat susu kedelai sehingga susu kedelai tidak di jadikan sebagai kebutuhan dasar atau pelengkap melainkan hanya sebagai minuman yang biasa saja. Padahal manfaat susu kedelai begitu banyak bagi kesehatan tubuh anda.

Adapun menurut para ahli yang meneliti secara khusus tentang susu kedelai, menemukan beberapa manfaat susu kedelai bagi tubuh anda, yang antara lain:
Fisik tubuh anda menjadi lebih kuat.
Karena dalam setiap 100gr susu kedelai mengandung protein 4,5gr; lemak 1,8gr; karbohidrat 1,5gr; fosfor 4,5gr; zat besi 2,5gr; kalsium 2,5gr; ribovlin, vitamin, dan seterusnya. Yang bermanfaat untuk memperkuat tubuh anda.

Mencegah diabetes

Karena selulosa yang terkandung dalam susu kedelai terdapat dalam jumlah besar, yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penyerapan gula yang berlebihan, sehingga bisa mencegah diabetes karena kadar gula dalam darah berkurang. Bagi penderita diabetes susu kedelai adalah asupan yang sangat penting.

Dapat mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Didalam susu kedelai mengandung beberapa zat penting seperti potassium, steroid, dan magnesium (yang dapat memerangi natrium) tekanan darah tinggi terjadi disaat sodium didalam tubuh dapat memproduksi natrium.

Mencegah terjadinya serangan jantung koroner.
Kalium, kalsium, steroid dan magnesium, yang terdapat didalam susu kedelai berfungsi untuk meningkatkan serta memperkuat aliran darah yang dapat mencegah kejang-kejang. Nutrisi yang masuk kedalam otot jantung meningkat, serta dapat menurunkan jumlah kolesterol. Apabila setiap hari anda Meminum segelas susu kedelai maka penyakit jantung dapat diturunkan hingga mencapai 50 % lebih

Dapat mencegah serangan stroke.

Kalsium serta magnesium didalam susu kedelai mampu mengurangi lipid serta memperbaiki aliran darah yang menuju otak, sehingga sangat efektif untuk mencegah terjadinya pendarahan otak dan infarksi. Dalam susu kedelai juga terdapat lecithin yang mampu untuk memperbaiki fungsi otak dan mampu mengurangi kematian sel otak

Dapat mencegah kanker.

Dalam susu kedelai terdapat molybdenum, protein serta selenium. Yang berfungsi untuk menekan tumor ganas. Serta zat-zat tersebut sangat efektif terutama untuk kanker payudara, kanker usus, dan kanker lambung. Menurut Hasil survey, apabila anda tidak meminum susu kedelai maka ada kemungkinan berkembangnya kanker mencapai 50% keatas dibandingkan dengan yang meminum susu kedelai secara teratur.

Mencegah bronchitis.

Bronchitis dapat tercegah karena dalam kandungan susu kedelai terdapat zat asam, yang berfungsi untuk mencegah kejang otot. Kejang otot adalah penyebab dari bronchitis.
Memperlambat proses penuaan.

Peremajaan sel – sel tubuh terutama sel otak, dapat secara efektif dilakukan oleh antioksidan. Seperti vitamin C, vitamin E, dan selenium. Dan zat antioksidan tersebut terdapat pula dalam susu kedelai.

  • Mencegah kepikunan.
  • Mencegah AIDS.
  • Mencegah sembelit.
  • Mencegah obesitas atau kegemukan.

Manfaat susu kedelai sangat banyak sekali.

Oleh karenanya meminum susu kedelai secara rutin merupakan salah satu langkah yang tepat serta efektif untuk memelihara serta menjaga kesehatan tubuh anda.

mengkonsumsi susu kedelai kesehatan tubuh anda semakin meningkat, dan jauh dari beberapa penyakit yang diulas diatas tadi. Jadi dimulai dari sekarang anda jangan takut dan bimbang untuk membiasakan mengkonsumsi susu kedelai. Karena menjaga kesehatan akan lebih baik daripada mengobati.

Jadi sebelum anda merasakan sakit lebih baik Menjaga kesehatan tubuh anda dengan cara mengkonsumsi susu kedelai karena merupakan hal yang sangat mudah, murah, serta tidak menyita waktu anda, bila dibandingkan dengan mengobati.

Dewasa ini susu kedelai sudah mulai banyak yang memproduksi, serta memperjual-belikan, dan hal ini memberikan ketakutan bagi para penikmat susu kedelai, yaitu ketakutan susu kedelai tersebut memakai bahan pengawet, karena susu kedelai memang terkenal sebagai susu yang cepat basi.

Namun Bagi anda yang takut membeli susu kedelai dari produsen. Alangkah baiknya anda mencoba untuk membuat atau meracik sendiri, berikut beberapa langkah pembuatan susu kedelai yang harus anda lakukan, antara lain:

  • Cucilah dengan bersih kedelai sebanyak 2 atau 3 genggam.
  • Rendam kedelai tersebut dengan air mencapai 1 ruas jari. Selama semalam.
  • Kemudian rendaman kedelai tadi ditiriskan dan buang airnya lalu cuci.
  • Kedelai tadi diblender (1lt air apabila ingin kental)

Tuangkan kedalam panci, beri garamdan gula secukupnya, rebus hingga buihnya naik kepermukaan, dan aduk terus karena bila dibiarkan saja maka endapan gula dan kedelai akan gosong, serta meninggalkan bau sangit.Dinginkan lalu saring.
Keterangan :

  • Apabila daun pandan ingin ditambahkan, sebaiknya disaat rebusan hampir mendidih.
  • Karena kulit kedelai mengandung vitamin, maka kedelai tersebut tidak perlu di kupas.
  • Apabila proses penyaringan tertunda lama. Maka air dan susunya akan terpisah atau mungkin juga susu tersebut akan basi.
  • Susu kedelai yang belum di rebus tidak akan bisa saring.
  • Pembuatan susu kedelai dengan cara diatas maka bau langu tak akan pernah tercium.
  • Sebaiknya penyimpanan susu kedelai sesudah benar-benar dingin lalu simpan kedalam kulkas.
  • Variasi olahan susu kedelai juga dapat dicampurkan kacang hijau.

Demikian ulasan mengenai manfaat susu kedelai serta cara pembuatan atau pengolahan yang dilakukan oleh anda sendiri. Semoga dapat menarik minat anda untuk selalu mengkonsumsi susu kedelai, baik itu membeli atau membuatnya sendiri. Selamat mencoba untuk mengkonsumsi susu kedelai semoga dapat menjadi jalan keluar bagi permasalahan kesehatan anda. Terima kasih.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY