Arti dan Manfaat Kacang Mete

Jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki “buah” yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mede adalah kacang mede, kacang mete atau kacang mente; bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan. Secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga (suku Anacardiaceae).

Dikenal juga dengan berbagai nama seperti jambu mèdè  jambu mété atau jambu ménté jhambu,monyèt,jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyèt, nyambuk nyĕbèt  jambu érang, jambu monyé, jambu dipa,buwah monyet, buwah yaki,buwa yakis, wo yakis, buwa yaki, buwa jakis, jambu daré, jambu masong, jampu sèrĕng, jampu tapĕsi, dan lain-lain.
Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree), yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acajú. Sementara nama marganya (Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik. kutipan ( wikipedia )

Manfaat  Kacang Mete
Ekspor produk mete Indonesia, sampai saat ini masih didominasi dalam bentuk gelondong (94,44%). Sedangkan dalam bentuk kacang mete relatif kecil yaitu hanya 5,56%. Pada posisi ini, sebenarnya Indonesia pada posisi merugi karena hilangnya nilai tambah dari pengolahan gelondong mete (kulit gelondong setelah dipisahkan dari kacangnya) menjadi Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) sebagai bahan baku industri.

Arti dan Manfaat Kacang Mete

Manfaat kacang mete untuk industri yang dimaksud yaitu penggunaan CNSL secara luas diantaranya industri cat, minyak rem, vernis, industri ban, bahan kanvas rem, dan industri lainnya. Bahkan diduga masih terdapat sekitar 200 jenis industri yang menggunakan CNSL sebagai bahan baku atau bahan aditif. Salah satu langkah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan agaroindustri mete yaitu mengarahkan petani/produsen disamping untuk memproduksi kacang mete, juga memanfaatkan praoduk samping seperti memanfaatkan dan mengolah buah semu menjadi aneka produk makanan maupun mengolah kulit mete/gelondong menjadi CNSL dengan harapan dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatani petani/produsen jambu mete.

Seperti halnya kacang mete, peluang eskpor CNSL masih sangat terbuka. Data International Trade Center (ITC) menunjukkan bahwa kebutuhan Amerika Serikat mencapai 7.420 ton CNSL yang sebagian besar masih dipenuhi dari India dan Brazil. Di Indonesia usaha pengolahan CNSL belum berkembang, bahkan belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Padahal bahan bakunya cukup tersedia dan pemasarannya diketahui sangat prospektif ke berbagai negara.

* Semoga Artikel Bermanfaat untuk Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY