Alat Ukur Padi Berkualitas Versi Mahasiswa UNY

JAKARTA – Kekurangan stok beras nasional diawali dari gagal panen dan benih padi yang kurang bagus. Hal ini membuat mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turun tangan mengatasi masalah tersebut.

Alat Ukur Padi Berkualitas Versi Mahasiswa UNY

Anak-anak muda dari FMIPA UNY yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) pun tergerak mengembangkan alat pengukur kadar air benih padi (gabah) demi mewujudkan pertanian industrial varietas unggul.

(Dokumentasi: Universitas UNY)

Panggil saja mereka Samsul Feri Apriyadi, Titih Rejyasmito H, dan Arum Setiya. Bagi ketiga remaja ini, petani juga harus memperhatikan faktor terpenting dalam persiapan benih padi tersebut.

“Benih yang sering mengalami kebusukan ini, gara-gara kadar air yang enggak sesuai. Sehingga mengalami perkecambahan dalam keadaan lingkungan yang kelembabannya dan kadar airnya tidak sesuai,” jelas Samsul, seperti dikutip dari situs resmi UNY, Jumat (15/3/2013).

Diceritakan dia, alat tersebut mampu menunjukkan kadar air yang sesuai dengan kelembaban yang dibutuhkan untuk pertumbuhan benih padi tersebut. Itu sebabnya, penyusun Panca Usaha Tani menempatkan benih varietas unggul bermutu pada posisi pertama dari Panca Usaha Tani.

Mereka pun menyadari kalau 60-65% peningkatan produktivitas usaha tani ditentukan oleh faktor penggunaan benih varietas unggul bermutu.

“Salah satu sebab utama rendahnya produktivitas padi karena varietas saat ini yang tidak mampu berproduksi lebih tinggi akibat kemampuan genetiknya yang terbatas. Hasil evaluasi Bank Dunia menyebutkan kontribusi penggunaan varietas unggul terhadap laju kenaikan produksi padi sebesar lima persen lebih tinggi dari pada kontribusi pemupukan sebesar empat persen,” tambah dia.

Lantas, bagaimana ya alat ini bisa bekerja dengan maksimal? Samsul menambahkan, pembuatan hardware alat tersebut membuat skematik dan PCB yang menggunakan software Proteus. Kemudian, mencetak hasil gambar PCB ke bentuk negatif atau glossy sebagai masterpiece sablon.

Selanjutnya, siapkan PCB polos, sablonkan negatif atau glossy ke PCB polos. Larutkan PCB yang sudah disablon menggunakan Fe2Cl. Setelah itu, bersihkan dengan tinner lalu bor pin untuk kaki-kaki komponen.

Sehabis itu, masukkan komponen sesuai plotnya, lalu lakukan penyolderan serta uji coba. Lakukan kalibrasi lalu masukkan hardware ke dalam box dan finishing. Setelah itu, pembuatan software dengan mengidentifikasi penggunaan pin pada hardware dan spesifikasi komponen.

“Tulis program mengunakan notepad lalu simulasikan dan buatlah program mengontrol USB/card reader. Setelah program sesuai desain, lakukan compile menggunakkan MATRIX menjadi *.HEX. Lalu Flash-kan file *.HEX ke dalam hardware AT mega 8 (Writing),” beber Samsul.

Semua sudah siap, barulah mereka uji coba hardware alat pengukur kadar air benih padi secara terpadu dan melakukan perbaikan jika ada kendala. Tertarik mencoba?(ade)

Artikel kutipan : http://kampus.okezone.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY